Thursday, 8 July 2021

TES KORAN : Kupas Tuntas Pauli Kraepelin


Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan istilah psikotes. Tapi tahukah anda bahwa psikotest itu ternyata banyak macamnya? Nah, salah satu bentuk psikotest adalah Pauli Test atau sering disebut test koran.

Pengertian Pauli Test

Pauli test atau test koran merupakan salah satu bentuk psikotest yang populer dan banyak digunakan pada proses rekruitmen atau penerimaan karyawan. Pauli test dikembangkan oleh Richard Pauli pada tahun 1938 yang merupakan bentuk pengembangan dari Kraeplin test yang diciptakan oleh Emil Kraeplin.


Pauli test berbentuk selembar kertas berukuran besar yang berisi gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur dan berbentuk jalur-jalur. Dalam test ini terdapat dua halaman bolak-balik dari kolom angka tersebut sehingga membuat test ini memiliki lebih dari 2000 angka dan persoalan yang harus dikerjakan.


Test pauli merupakan bentuk baterry test yaitu test yang membutuhkan waktu dan sangat memakan tenaga. Karena klien atau peserta dituntut untuk mengerjakan test dengan cepat, tepat, serta dikejar waktu.


Test pauli banyak digunakan untuk mengukur aspek kepribadian. Karena dalam mengerjakan test pauli, semakin banyak anda melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal, menunjukkan bahwa anda adalah orang yang tidak teliti, tidak cermat, kurang hati-hati, serta kurang memiliki daya tahan terhadap stress atau tekanan dalam pekerjaan.


Kraepelin Dan Pauli Test

Kraepelin dan Pauli test atau yang sering disebut “hitungan koran” adalah tes kemampuan dasar menghitung cepat. Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka dari 1-9 yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur. Pada saat tes anda harus menjumlahkan dua angka yang berdekatan di setiap lajur dalam waktu tertentu.


Adapun cara mengerjakannya adalah dengan menjumlahkan dua buah bilangan, kemudian hasilnya dituliskan disela-sela kedua bilangan yang dijumlahkan. Jika hasil dari penjumlahan berupa bilangan puluhan atau terdiri dari dua digit angka, maka cukup dengan menuliskan digit terakhir atau angka satuannya saja.


Elemen yang akan diukur dalam hasil tes ini adalah konsistensi, produktivitas kerja, sikap terhadap tekanan, daya tahan kerja, pengendalian emosi, kemampuan daya penyesuaian diri, keuletan kerja, sikap kerja, serta ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.


Perbedaan Antara Kraepelin Dan Pauli Test

Secara umum,kraepelin dan pauli test dikerjakan dengan cara dan teknik yang hampir sama. Adapun perbedaannya adalah dari segi penulisan hasil penjumlahan (dari atas-bawah atau daribawah-atas), penandaan pergantian waktu, banyaknya lembar kerja, dan waktu pengerjaan.


Dalam pauli test, penjumlahan angka dilakukan dari atas ke kebawah. Kemudian dalam interval waktu tertentu terdapat instruksi atau aba-aba “garis”. Saat itu anda harus menggaris batas terakhir hasil kerjaan anda, kemudian dengan segera mungkin melanjutkan proses penjumlahan.


Durasi waktu untuk pauli test biasanya sekitar 60 menit, dengan instruksi “garis” disetiap selang waktu beberapa menit. Lembar kerja dalam pauli test berupa kertas selebar koran yang sudah penuh dengan angka-angka bolak-balik disetiap lembarnya. Jika anda telah selesai menjumlahkan diseluruh lembaran kerja (bolak-balik), anda dapat meminta untuk menambah kertas lembar kerja.


Sedikit berbeda dengan pauli test, dalam kraepelin test penjumlahan angka dilakukan dari bawah ke atas. Kemudian dalam interval waktu tertentu terdapat instruksi atau aba-aba “pindah”. Saat itu anda harus berpindah dari kolom terakhir hasil kerjaan anda, kemudian dengan segera mungkin melanjutkan proses penjumlahan pada kolom berikutnya (sebelah kanan).


Durasi waktu untuk kraepelin test biasanya sekitar 10-15 menit, dengan instruksi “pindah” disetiap selang waktu beberapa menit. Lembar kerja dalam kraepelin test berupa kertas seukuran A4 atau F4 yang sudah penuh dengan angka-angka bolak-balik disetiap lembarnya. Dalam tes ini anda tidak dapat menambah kertas lembar kerja.


Cara Mengerjakan Test Pauli

Untuk mengerjakan test pauli dibutuhkan waktu 60 menit tidak kurang tidak lebih. Cara mengerjakan test pauli adalah dengan melakukan penjumlahan tiap angka-angka satuan yang tersedia secara berurutan dari atas ke bawah.


Hasil penjumlahan hanya ditulis satuannya saja. Misal terdapat jawaban 14, maka hanya angka 4 saja yang ditulis . Kemudian setiap 3 menit sekali peserta akan diminta untuk memberikan tanda berupa garis. Apabila waktu sudah berjalan 60 menit maka waktu test dinyatakan habis.


Dalam mengerjakan test pauli dibutuhkan beberapa kemampuan seperti:

  • Konsentrasi
  • Kemampuan menghitung cepat
  • Ketelitian
  • Motivasi dan kemauan yang keras,
  • Energi yang prima
  • Kecepatan dalam menuliskan angak
  • Fokus

Tips Mengerjakan Test Pauli

  • Agar anda dapat mengerjakan test pauli dengan tepat dan cepat simak tips berikut ini:
  • Dengarkan arahan dari pengawas dengan sebaik-baiknya.
  • Hindari berbicara dengan teman saat pengawas memberikan arahan, karena biasanya pengawas akan memberikan arahan tentang cara mengisi penjumlahan apakah menulis jawaban hanya satu digit atau dua digit.

Yang ditulis pada contoh di atas yang berwarna merah adalah jawaban dari contoh test pauli dengan menuliskan hanya satu digit saja. Misal contoh di atas 8+3 = 11 (maka yang ditulis hanya 1) dan 3+1= 4 (karena bernilai satu digit maka tulis saja 4) dan seterusnya.


Saran Mengerjakan Tess Pauli

  • Konsentrasi hanya pada lembar test anda sendiri
  • Teliti dan cermat
  • Jaga konsentrasi
  • Tetap konsistensi
  • Perbanyak latihan mengerjakan tess pauli.
  • Jika saat mengerjakan terdapat satu jalur terlewat karena batas waktu yang sudah ditentukan maka jangan dihiraukan, lanjutkan saja pada jalur yang selanjutnya.

Beberapa Poin Penting Dalam Test Pauli

Penilaian test pauli juga membutuhkan sebuah ketelitian dan ketekunanan dari penilai. Penilaian biasanya dilakukan oleh mereka yang berkompeten dalam melakukan skoring seperti psikolog, psikiater, tester, ataupun mereka yang sudah terlatih.


Berikut ini beberapa poin yang sering menjadi perhatian dalam skoring test pauli, antara lain adalah :

  • Jumlah jawaban benar
  • Jumlah jawaban yang salah
  • Total prestasi (penjumlahan yang selesai)
  • Jumlah lajur atau kolom terlewat
  • Jumlah jawaban yang dirubah atau diganti

Tesp pauli merupakan test yang benar-benar membutuhkan kemampuan penuh individu dan bukan mmerupakan test yang mudah untuk saling menyontek seperti layakny test IQ aataupun test prestasi yang membutuhkan pilihan jawaban dan lembar jawaban komputer

 

Pengertian Test Kraepelin

Test Kraepelin merupakan bagian dari psikotes yang diciptakan oleh seorang psikiater bernama Emilie Kraeelin. Tes ini awalnya digunakan untuk mengetahui definisi mental seseorang. Kemudian Richard Pauli mengembangkannya untuk mendiagnosa kemampuan bekerja, dan hasil pengembangannya disebut dengan Tes Pauli.

Untuk mengerjakan tes kraepelin anda hanya diminta untuk melakukan hitungan sederhana, yaitu dengan menjumlahkan deratan angka-angka. Namun deretan angka yang dihitung sangat banyak sekali seperti lembaran koran. Karena itulah tes ini sering disebut dengan tes koran. Dalam mengerjakan test ini peserta membutuhkan konsentrasi, ketelitian, stabilitas emosi, dan daya tahan yang prima.

Karena test kraepelin merupakan induk dari pauli test maka cara mengerjakannya tidak jauh berbeda. Hanya saja, jika dalam test pauli peserta diminta melakukan penjumlahan dari atas ke bawah dengan intruksi “GARIS” yang berarti sebuah garis dimana anda diminta mengerjakan hitungan lalu kembali berhitung seperti di bawah garis tersebut. Maka dalam test kraepelin peserta melakukan perhitungan dari bawah ke atas dengan instruksi “PINDAH”, maka peserta mengerjakan kembali hitungan dengan berpindah kolom sebelah dan mulai menghitung dari bawah kembali dan seterusnya.

Pengertian Tes Kraepelin Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa itu tes kraepelin, ada baiknya kita memperhatikan pendapat beberapa ahli tentang definisi tes kraepelin.

1. Dr. J. de Zeeuw

Pengertian tes Kraepelin menurut Dr. J. de Zeeuw digolongkan sebagai tes yang mengukur faktor-faktor khusus non intelektual (tes konsenterasi).

2. Anne Anestesi

Pengertian tes Kraepelin menurut Anne Anestesi adalah tes kecepatan. Ini ditunjukan dengan banyaknya soal yang dibatasi waktu dimana testi dipastikan tidak dapat menyelesaikan seluruh soal.

Tujuan Tes Kraepelin dan Aspek-Aspeknya

Berdassarkan pengertian di atas, maka tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahu karakter dan performa maksimal seorang calon pegawai. Oleh karenannya tekanan skoring dan interpretasi didasarkan pada hasil tes secara objektif.

Hasil tes Kraepelin akan menginterpretasikan empat hal, yaitu:

  • Faktor kecepatan (speed factor)
  • Faktor ketelitian (accuracy factor)
  • Faktor keajegan (rithme factor)
  • Faktor ketahanan (ausdeur factor)


Tips Mengerjakan Tes Kraepelin

  • Persiapkan fisik anda dengan prima, karena anda harus berhitung dengan cepat dan tepat dan dikejar waktu.
  • Anda harus benar-benar teliti dalam menjumlahkan angka dengan benar dan stabil pada masing-masing kolom.
  • Semakin banyak anda melakukan kesalahan, maka ini dapat menunjukkan bahwa anda orang yang tidak teliti, tidak cermat, kurang hati-hati, serta kurang memiliki daya tahan yang cukup terhadap stress atau tekanan pekerjaan.

Contoh Cara Mengerjakan Tes Kraepelin

Mengerjakan tes kraepelin dilakukan dengan cara menjumlahkan dua bilangan angka. Kemudian jawaban ditulis di sela-sela dua bilangan yang dijumlahkan. Jika penjumlahan menghasilkan angka bilangan dua digit maka anda cukup menulis digit terakhir saja atau angka satuannya. Contoh lembar tes kraepelin dan jawabannya:

Seperti penjelasan di atas, tes kraepelin dikerjakan dengan menjumlahkan angka dari bawah ke atas. Seperti contoh di atas (3 + 1 = 4) maka hasil ( 4 ) dtulis disela-sela angka. Selanjutnya pada (1 + 9 = 10) maka angka yang ditulis hanya 0 saja karena angka ( 10 ) termasuk dalam bilangAn puluhan.

Penjelasan Penilaian Dalam Tes Kraepelin

Penilaian dalam tes kraepelin bukan berdasarkan banyaknya angka yang berhasil dijumlahkan. Namun berdasarkan hasil grafik yang dihasilkan dalam mengerjakan test tersebut. Oleh karena itu, usahakan agar anda mendapatkan grafik yang stabil, tidak naik atau turun secara drastis. Sebaiknya buat patokan berapa angka yang harus anda kerjakan sehingga hasil grafik yang akan anda hasilkan dapat bagus. Berikut ini penjelasan penilaian dalam tes kraepelin:

  • Jika hasil anda menunjukkan grafik datar, artinya menunjukkan anda dapat bekerja dengan stabil atau tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan.
  • Jika hasil anda menunjukkan grafik naik, ini menunjukkan pribadi anda akan memperlihatkan peningkatan aatau dapat berprestasi dalam bekerja.
  • Jika grafik anda menurun, ini menunjukkan bahwa anda di dalam bekerja akan menunjukkan penurunan atau kurang prestasi mudah lelah, mudah bosan dan mudah jenuh.
  • Jika grafik yang anda hasilkan seimbang, ini menunjukkan bahwa anda tidak stabil dalam bekerja.

Fungsi dan Implementasi Tes Kraeplin

Fungsi tes Kraepelin adalah untuk mengetahui tipe performa seseorang dalam bekerja. Contoh implementasi tes Kraepelin pada calon pegawai:

  • Hasil penjumlahan angka yang sangat rendah, ini menjadi indikasi bahwa calon pegawai sedang mengalami gejala depresi mental.
  • Terlalu sering salah hitung, ini menjadi indikasi bahwa sedang terjadi distraksi mental yang dialami calon pegawai.
  • Penurunan grafik secara tajam, in dapat menjadi pertanda bahwa calon pegawai hilang ingatan sesaat pada saat tes, atau indikasi epilepsi.
  • Rentang ritme/ grafik terlalu besar, ini dapat mengindikasikan bahwa calon pegawai sedang mengalami masalah atau gangguan emosional.

Arah Karir Tes Kraepelin

Setelah mengetahui pengertian tes Kraepelin dan tujuannya, lalu apa hubungannya dengan arah karir? Dalam pelaksanaan tes Kraeplin, penguji akan mengetahui tingkat kecepatan, ketelitian, kestabilan, dan ketahanan seseorang dalam menghadapi ujian. Dalam dunia karir, hal ini dapat mengindikasikan jenis pekerjaan yang sesuai bagi seseorang.

1. Kecepatan

Ini menunjukkan tempo kerja, seberapa aktif seseorang menjalankan sebuah kegiatan, apakah cepat, sedang, atau lambat. Dalam hal kecepatan juga harus dibarengi dengan keseriusan, ketenangan, hati-hati, teliti, stabil namun sensitif.

Mereka yang mendapatkan skor bagus dalam kecepatan pada tes Kraeplin cocok untuk memiliki profesi;

  • Arsitek
  • Interior Design
  • Perawat
  • Administratif
  • Konselor
  • Manager
  • Penjaga Toko
  • Dan lain-lain

2. Ketelitian

Ini menunjukkan konsentrasi kerja, seberapa besar seseorang bisa fokus terhadap pekerjaan yang dilakukan. Ketelitian ini juga disertai dengan ketenangan, hati-hati, penuh pertimbangan, logis, kritis, dan rasional.

Mereka yang mendapatkan skor bagus dalam ketelitian pada tes Kraepelin biasanya memiliki kemampuan dalam menganalisa, mengorganisir, dan mendelegasikan pekerjaan. Profesi yang sesuai dengan kriteria ini adalah:

  • Intelijen
  • Pengacara
  • Bidan manajemen
  • Dokter
  • Akuntan
  • Programer
  • Insinyur
  • Mekanik
  • Dan lain-lain

3. Kestabilan / Keajegan

Ini menunjukkan kemampuan dalam menjaga dan mengola emosi pada saat bekerja. Dengan kata lain, seseorang tersebut tidak mudah terpengaruh oleh hal lain di sekitarnya.

Mereka yang memiliki skor tinggi dalam keajegan pada tes Kraepelin umumnya dapat menghadapi perubahaan mendadak dengan cepat dan tenang. Rasa percaya diri yang tinggi, dan dapat menghadapi kritik dan perbedaan.

Profesi yang sesuai dengan kriteria ini adalah:

  • Programer
  • Pilot
  • Pengusaha
  • Mekanik
  • Polisi
  • Forensik
  • Insinyur
  • Dan lain-lain

4. Ketahanan

Ini menunjukkan daya tahan seseorang dalam menghadapi situasi tertekan. Mereka yang punya skor tinggi dalam ketahanan pada tek Kraepelin adalah individu yang bisa diandalkan, bertanggungjawab, mengikuti standar dan aturan dengan teguh,

Profesi yang sesuai dengan kriteria ini adalah:

  • Hakim
  • Polisi
  • Pengacara
  • Atlit
  • Intelijen
  • Pemimpin militer
  • Dan lain-lain


 

No comments:

Post a Comment

TOEFL: Panduan Skor Tinggi Listening

TOEFL: Panduan Skor Tinggi Listening adalah aplikasi yang akan membantu memperoleh Skor Tinggi dalam Listening Section TOEFL. Listening Sect...